Penerapan AI Tingkatkan Omzet Bisnis Pertanian Secara Signifikan

Agile Innovation Labs
3 min readFeb 14, 2023

Penerapan Artificial Intelligence (AI) di bidang pertanian telah terbukti bermanfaat dalam menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Sebut saja seperti praktek precision agriculture yang dapat mengoptimasi serangkaian proses penanaman, hingga proses pascapanen yang dapat dilakukan berbasis big data. Proses pertanian dalam fase on-farm menghasilkan output yang berkualitas dan efisien dengan adanya pelibatan AI.

Namun, praktek penerapan AI yang hanya terbatas pada proses on-farm bukanlah puncak dari optimasi bisnis pertanian. Perlu adanya pelibatan AI dalam strategi bisnis produk pertanian agar produk yang dihasilkan bukan hanya berkualitas, tapi juga dapat diterima oleh pasar dengan baik. Berangkat dari ide ini, pelibatan AI pada sektor agribisnis perlu diaplikasikan dalam serangkaian proses bisnis di dalamnya, termasuk pada strategi marketing.

Sebagai permulaan, kita bisa mengkombinasikan beberapa penerapan AI yang dapat saling mendukung secara simultan. Salah satu contoh persilangan teknologi AI yang memungkinkan adalah teknologi yield prediction berbasis AI dan customer relationship management berbasis big data. Kedua teknologi ini berpotensi dapat menghasilkan pertumbuhan omset secara signifikan.

Penerapan yield prediction berbasis AI dilakukan dengan cara melatih algoritma AI berdasarkan data historis untuk memprediksi hasil panen di masa depan. Cara ini memungkinkan petani untuk merencanakan kegiatan on-farm dan pascapanen dengan tepat. Sehingga produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan pasar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Di sisi yang lain, perlu adanya penerapan customer relationship management (CRM) yang baik untuk mendukung teknologi yield prediction. Melalui CRM, perusahaan mendapatkan data yang akurat mengenai pembelian oleh konsumen. Seperti data jenis produk, kuantitas produk yang dibeli, jangka waktu repeat buying, lokasi, dan channel pembelian yang paling disukai.

Data-data yang telah didapat dari proses CRM sangat berguna untuk diolah oleh perusahaan. Pengolahan data ini selanjutnya disesuaikan dengan hasil yield prediction yang telah dilakukan. Agar persediaan produk dan permintaan konsumen dapat selalu imbang dan meminimalisir produk yang tidak terjual. Lebih lanjut lagi, bahkan cara ini memungkinkan perusahaan untuk menstimulasi konsumen agar membeli lebih banyak produknya sesuai dengan data yield prediction yang masih tersisa.

Cara ini digambarkan dengan sangat apik oleh Dami Technology, sebuah perusahaan supply chain beras yang berasal dari Cina. Hanya dengan berfokus pada 1 produk saja, yaitu beras, Dami berhasil membangun smart kitchen system integrator. Dami mengembangkan supply chain beras yang terdiri dari Wuchang Rice, Smart Rice Bucket, dan Smart Rice Cooker.

Penerapan AI yang dilakukan oleh Dami adalah dengan cara memasarkan produk berasnya di e-commerce. Selanjutnya, Dami juga membuat smart rice bucket yang memiliki fitur pemantauan konsumsi beras tiap konsumen. Sistem pemantauan ini dapat memprediksi kapan konsumen harus membeli beras lagi. Sistem ini akan mengirimkan notifikasi 3 hari sebelum beras konsumen akan habis. Konsumen hanya perlu mengklik “Yes” untuk melakukan pesan antar beras ke rumah.

Tak hanya sampai disitu, Dami juga mulai mengembangkan smart rice cooker. Smart rice cooker ini terhubung dengan aplikasi di smartphone untuk melakukan “remote cooking”. Alat ini dapat melakukan proses menakar, mencuci, menambahkan air, dan memasak beras yang dikontrol hanya dalam satu klik.

Penerapan AI dalam bisnis pertanian dapat mengakselerasi bisnis dan meningkatkan pendapatan secara signifikan. Dami Technology telah sukses membangun 50 franchise beras di 30 kota besar di Cina hanya dalam kurun waktu 3 tahun. Dengan mengintegrasikan teknologi AI dalam inovasi produk dan proses bisnis, potensi produk pertanian dapat terus meningkat baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun omset bisnis.

Social Innovation Hub Indonesia (SayHi) sebagai inkubator dan akselerator inovasi sosial hadir membawa misi #TechForSocialGood. Misi ini bertujuan untuk inklusivitas teknologi dan inovasi dan berdampak secara berkelanjutan pada penyelesaian masalah sosial. Termasuk didalamnya adalah program pelatihan dan pengembangan AI untuk bisnis, social enterprise, maupun organisasi secara umum. Social Innovation Hub Indonesia berkomitmen untuk memajukan inovasi sosial di Indonesia. Kompetensi AI yang dimiliki oleh SayHi dirancang untuk memperluas keterampilan teknologi pada masyarakat umum dan sektor bisnis. SayHi juga berperan dalam mengembangkan produk AI yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tim ahli di SayHI menggunakan teknologi AI untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memecahkan berbagai masalah sosial.

Sebagai teknologi yang memiliki potensi besar, SayHi memandang AI sebagai kunci dalam mencapai tujuan inovasi sosial di Indonesia. Melalui program pelatihan dan pengembangan produk AI, SayHi berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk menggunakan teknologi untuk sosial serta menciptakan solusi inovatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Ditulis oleh:
Ayu Nabilah
Researcher at Innovation Learning
Social Innovation Hub Indonesia

Referensi:

Dami Technology Co. Ltd. : A Smart Kitchen System. Study Case

--

--