Klinik Tengku Bey: Inovasi Sosial Hadirkan Layanan Kesehatan Prima untuk Pasien BPJS

Tahukah Anda, berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, termasuk hak mendapatkan informasi dan edukasi mengenai kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab? Ternyata hal ini sudah dilirik oleh salah satu inovator sosial yang bergerak di bidang klinik kesehatan, yaitu Klinik Tengku Bey.

Berlokasi di Kota Pekanbaru, Riau, Klinik Tengku Bey mengajak orang-orang untuk menggunakan fasilitas kesehatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Kira-kira apa alasannya? Disaat orang-orang enggan untuk menggunakan fasilitas kesehatan BPJS karena dianggap kurang maksimal dalam pelayanannya, Klinik Tengku Bey mengubah stigma tersebut dengan melakukan berbagai inovasi pelayanan yang membuat stigma itu berubah menjadi klinik dengan layanan yang maksimal walaupun menggunakan fasilitas kesehatan BPJS.

Hal ini bermula dari pasangan suami-istri, Bapak Edison dan Ibu Rini Lestari serta rekan seprofesinya di bidang kesehatan untuk membuka klinik yang memiliki fasilitas kesehatan satu atap, tingkat satu, berkualitas dan memiliki layanan yang lengkap dengan kualitas obat bermerek hingga memberikan penjelasan mengenai obat yang detail.

Keresahan bermulai dari kurang optimalnya pelayanan di klinik kesehatan, saat pasien menggunakan fasilitas kesehatan BPJS, jika dibandingkan dengan pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan umum. Alasannya karena pelayanan yang terbatas, hingga obat yang disarankan tidak sepenuhnya tersedia. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan biaya untuk mengajak masyarakat menikmati fasilitas kesehatan yang sudah tersedia. Akhirnya, keresahan inilah yang dibawa oleh Klinik Tengku Bey untuk mengoptimalkan layanan yang ada di fasilitas kesehatan BPJS.

Bermula dari klinik satu ruko, saat ini Klinik Tengku Bey sudah memperluas kliniknya menjadi dua ruko. Perjalanan dimulai pada tahun 2018, dengan jumlah kapitasi yang terdaftar 0 pasien menjadi 2740 pasien di tahun 2022. Klinik Tengku Bey, secara tidak langsung membantu Pemerintah dalam pemenuhan pemanfaatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Peningkatan jumlah pendaftar peserta BPJS juga berasal dari perbaikan layanan yang disediakan oleh Klinik Tengku Bey.

Perbaikan layanan dimulai dari beberapa bagian, mulai dari tim klinik, dokter, hingga pelayanan yang disediakan bagi pasien saat berkunjung ke klinik maupun pasien Prolanis (Program pengelolaan penyakit kronis). Mulai dari tim klinik yang memiliki value (nilai) yang sama yaitu mementingkan pelayanan yang optimal dibanding dengan optimalisasi keuntungan. Walaupun secara matematis terlihat naif, nyatanya dengan adanya sistem yang terbangun pelanggan akan datang dengan sendirinya. Keramahan menjamu pasien adalah salah satu nilai yang ternyata menjadi obat psikologis bagi pasien yang berkunjung ke klinik.

Kemudian tim dokter dengan value yang sama, juga merasa lebih nyaman dengan kegiatan praktik mereka di Klinik Tengku Bey. Kebebasan berkreasi dalam bentuk pelayanan, pemberian obat maupun terapi yang diusulkan oleh dokter, ditanggapi baik dan diusahakan oleh klinik. Sehingga, terkadang dokter yang praktik di tempat lain pun mengarahkan pasiennya untuk datang ke Klinik Tengku Bey. Adanya dukungan yang diberikan klinik, membuat dokter bisa lebih fokus dalam memberikan layanan yang optimal.

Pelayanan yang diberikan klinik juga tidak kalah dengan klinik umum lainnya. Selain poliklinik umum, juga tersedia klinik gigi, cek kehamilan (USG 2D), klinik kecantikan (massage, facial, dll bersama fisioterapis) dan fisioterapi umum. Apakah pelayanannya dibedakan dengan pasien umum? Tentu tidak, semua fasilitas yang diberikan antar pasien umum dan BPJS disamakan, sehingga kadang ada pasien yang berkomentar,

“Rasanya rugi kalau ke Klinik Tengku Bey tidak menggunakan fasilitas (kesehatan) BPJS, karena pelayanannya sama dengan klinik umum”

Pasien yang datang ke klinik pun beragam, mulai dari pasien umum yang kesulitan pembiayaan, hingga pasien rujukan kecelakaan maupun kiriman lembaga filantropi yang dilayani sama oleh klinik ini. Rasanya tidak habis pikir, jika dibandingkan secara ekonomi pendapatan yang masuk dengan pengeluaran yang bisa jadi lebih banyak karena pelayanan yang optimal.

Pada anak-anak pun, klinik Tengku Bey memiliki inovasi yang tidak terduga. Terinspirasi dari playground yang ada di restoran cepat saji, menjadikan klinik menyediakan mainan untuk anak-anak yang menunggu dipanggil dokter bahkan saat menemani orang tuanya. Ibu Rini mengatakan, bahwa usia anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga cara mengalihkan fokusnya dengan memberikan mainan pada anak-anak.

Selama ini, kondisi keuangan Klinik Tengku Bey cukup baik, tapi belum mencapai profit karena target kapitasinya yang masih belum mencapai 3000 pasien. Hal ini dijadikan tantangan bagi klinik, untuk meningkatkan pasarannya. Program Impact Xcelerate (iX) yang diselenggarakan oleh SayHI ternyata banyak membantu klinik untuk meningkatkan pengunjungnya.

Hal yang paling terasa dalam proses coaching bersama iX, yaitu pemanfaatan data yang diambil melalui survei sederhana sehingga bisa menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang ternyata memiliki dampak yang baik bagi pengembangan klinik. Contohnya, dalam kasus pengambilan keputusan penggantian dokter gigi, bahkan pengontrolan pasien Prolanis yang perlu pendampingan khusus dengan program edukasi konsumsi obat agar kondisi tetap terkontrol.

Kegiatan yang dilakukan adalah mengingatkan via telepon, membantu mengambilkan obat, hingga kegiatan kontrol kolesterol dan gula bagi penderita darah tinggi dan diabetes tipe II. Selain itu juga dibarengi dengan kegiatan senam dan penyuluhan tentang pembahasan terkait penggunaan obat. Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan jumlah peserta sebesar 50–100 poasien setiap bulannya.

Selanjutnya, impian Klinik Tengku Bey selanjutnya adalah memiliki mobil ambulans, agar lebih mudah dalam membantu pasien rujukan yang perlu tindakan cepat. Harapan Klinik Tengku Bey bagi Dunia Kesehatan di Indonesia adalah edukasi yang belum optimal. Banyak sarana maupun prasarana yang diberikan BPJS terkait informasi penggunaannya, tapi masih belum bisa menarik peserta memahami prosesnya.

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, kali ini tema “Bangkit IndonesiaKu Sehat NegeriKu” dipilih karena menggambarkan semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi proses transisi dari era pandemi ke endemi. Harapannya, momentum ini dapat mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih kuat dan mampu menghadapi tantangan masalah kesehatan yang ada.

Ditulis oleh:
Innovation Learning Squad
Social Innovation Hub Indonesia

Sumber:

https://www.instagram.com/kliniktengkubey/

Buku Panduan HKN ke-58 Final.pdf

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store