Fail Fast vs Learn Fast

Teman-teman yang berada dalam wilayah pendampingan inovasi, pasti sering denger “Fail Fast, Succeed Faster”. atau proverb semacam ini “habiskan jatah kegagalan kita sesegera mungkin, agar cepat sukses”.

Pertanyaannya “apa setiap fail bisa kita anggap sebagai menghabiskan jatah kegagalan?”

Yuk maree … kita lihat sebentar seperti apa sih sejatinya “Fail Fast Succeed Faster” itu.

Teman-teman bisa refer ke sebuah report yang menarik. Memang bukan report dari major consulting firm seperti Big Four, dan dibuatnya sudah 7 sd 8 tahun lalu (as per tulisan ini dibuat di 2021), namun beberapa bagiannya terasa intuitif, relevan dengan situasi pengembangan inovasi, di mana modelnya adalah sebagian besar berada di area stealth (masih ide saja di atas kertas atau kanvas desain), bootstrap (didanai sendiri atau mandiri) atau seeding (baru didanai sekali atau sedikit).

courtesy of Daniel Garplid (daniel.garplid@bokza.com)

🔆 Pesan yang perlu kita highlight dari gambar di sebelah adalah = Don’t fail by having a great product that no one knows about.

pendekatan 👨 human-centered menjadi masuk akal di sini, karena akan sangat memperkecil kemungkinan kegagalan men-starter ide kita menjadi suatu produk atau solusi.

🔆 Pesan lainnya = kita perlu memaksimalkan fail yang mengarahkan kita (testing and measuring) dan menghindari fail yang menenggelamkan kita (running out of money and time).

Fail passionately 💮 dan fail often, dengan setiap kegagalan kita perlu dapatkan pembelajaran dan keuntungan, jadi yang menghabiskan jatah kegagalan (plus belajar) itu kita pelakunya, bukan startup team nya plis!

--

--

Advancing Transformation Through Technology

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store