Discovering The Design Thinking Soul: Creative Confidence

Dalam buku Creative Confidence, dengan gaya story telling yang ringan, Tom dan David Kelley membagikan pengalaman dan insightnya di IDEO dan Stanford Design School tentang bagaimana me-rediscover kreativitas dan inovasi dalam diri.

Di Design School Stanford University yang secara formal disebut Hasso Plattner Institute of Design maupun di IDEO, Tom Kelley dan David Kelley bukan mengajari klien tentang kreativitas, tapi bagaimana mereka membantu kliennya untuk menemukan Creative Confidence, kemampuan alami untuk memunculkan ide-ide baru dan keberanian untuk mencobanya. Mereka melakukannya dengan cara memberikan tantangan kepada klien untuk melewati 4 ketakutan besar yaitu:

1. Fear of the messy unknown

2. Fear of being judged

3. Fear of the first step

4. Fear of losing control.

Mungkin orang akan berpikir “Ya gampang ngomong mah bro”, tapi Tom dan David Kelley percaya bahwa setiap orang bisa melewati setiap ketakutan terbesarnya.

Hasil riset Albert Bandura, seorang profesor piskologi di Stanford, melakukan eksperimentasi menarik terhadap orang yang mengalami snake phobias. Untuk melawan ketakutannya dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Melihat ular melalui kaca

2. Kemudian jika sudah nyaman observasi dengan pintu terbuka

3. Melihat orang lain menyentuh ular

4. Menyentuh dengan tangan sendiri menggunakan sarung tangan

5. mudian menyentuh ular secara langsung.

Dengan pendekatan yang sama, Tom dan David Kelley selama 30 tahun banyak membantu orang untuk mengatasi ketakutan-ketakutan yang menghalangi kreativitas mereka. They break challenges down into small steps and then build confidence by succeeding on one after another. Kreativitas adalah sesuatu yang dilatih, bukan bawaan lahir. Prosesnya mungkin terasa sedikit tidak nyaman di awal, namun seperti insight yang dipelajari dari snake phobias, ketidaknyamanan itu akan cepat menghilang dan digantikan dengan kepercayaan diri dan kemampuan baru.

Mari kita identifikasi satu per satu bagaimana Tom dan David Kelley membantu klien-klienya di IDEO maupun mahasiswanya di Stanford untuk melawan 4 ketakutan besar yang menghambat Creative Confidence

  1. Fear of the Messy Unknown

Creative thinking dimulai dengan memiliki empati terhadap user baik secara internal maupun eksternal. Empati dengan unexpected findings, ketidakpastian, dan mungkin dengan orang-orang irasional yang mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar. Di Stanford, David Kelley sering meminta mahasiswanya untuk melakukan anthropological fieldwork untuk keluar dari zona nyaman dan bisa melihat komplekitas masalah secara langsung. Contohnya projek gabungan (computer scientist, dua engineers, dan satu mahasiswa MBA) yang membuat Low-cost incubator untuk newborn babies di negara berkembang dalam bentuk sleeping-bag yang telah menyelematkan jutaan bayi prematur.

Atau projek lain mahasiswa mengembangkan aplikasi Pulse News yang banyak menerima pujian publik dari Steve Jobs pada Developer’s conference di seluruh dunia hanya beberapa bulan setelah di launch dimana, telah diunduh oleh 15 juta user, dan merupakan salah satu dari 50 aplikasi asli di Hall of Fame App Store Apple.

2. Fear of Being Judged

Mulai untuk melepaskan fear of being judged. Dengarkan intuisi anda dan petakan ide-ide secara sistematis dalam “ideation notes”. Buat waktu untuk refleksi, hang out dan daydreaming. Gunakan bahasa feedback yang baik dan konstruktif. Di Stanford, jika ada feedback yang akan diberikan, mahasiswa diajarkan untuk memulainya dengan kata “I like…” kemudian “I wish…” kemudian “I wonder…”

3. Fear of the First Step

Jika sudah mempunyai ide kreatif, keberanian untuk melakukan ide tersebut menjadi tantangan tersendiri. You just need to stop planning and just get started. Berhenti fokus pada tugas-tugas besar namun temukan milestone kecil yang executable. The mantra is “Don’t get ready, get started!”

4. Fear of Losing Control

Ketika ide kita tidak cukup bagus, maka mulai beranikan diri memiliki kerendahan hati untuk bisa menerima ide-ide bagus dari orang lain, bekerja secara kolaboratif, dan membiarkan untuk memimpin ide tersebut. Cari peluang untuk menyerahkan kendali dan memanfaatkan dan menggunakan perspektif berbeda yang lebih baik.

Jadi pesan buku ini: Kreativitas ada dalam darah setiap orang, aktifkan dan kembangkan pertama dengan cara hadapi setiap ketakutan untuk kemudian lakukan aksi sesegera mungkin. It’s important before and beyond mastering Design Thinking.

--

--

Advancing Transformation Through Technology

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store