Bringing Work to People, bukan Bringing People to Work

Tingginya tekanan untuk memprioritaskan fitur baru, misalnya pada saat menerapkan program strategis atau program penting untuk suatu organisasi, bisa membuat kita tergoda mengikuti kemauan top leader: membentuk tim yang terdiri dari orang terbaik, dicomot dari tim yang sudah ada.

Sudah umum jika top leader meminta orang terbaik dari berbagai Scrum team untuk suatu Squad baru, Task Force baru, dengan harapan tugasnya cepat selesai oleh orang yang tepat.

Hati-hati, jika ada yang mencoba membujuk Anda melakukan pendekatan ini.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Dalam pendekatan Agile, penataan tim harus dilakukan dengan hemat dan cermat 🏌. Sebuah Agile tim, biasanya perlu beberapa Sprint (siklus pengembangan) yang kadang bisa berbulan-bulan, sampai team dapat bekerja sama efektif dan efisien 📈.

Pendekatan Agile, jika kita terapkan dalam skala besar (multi team) adalah tentang membawa pekerjaan ke tim dan bukan sebaliknya (= bukan mengumpulkan sekelompok orang untuk sebuah pekerjaan yang perlu diselesaikan). Dalam skala besar, setiap tim punya rentang waktu yang beda-beda untuk mencapai derajat efisien dan efektif.

Dicopotnya anggota dari sebuah tim bisa membuat kinerja tim berantakan, dan akhirnya secara Agile bisa merembet ke kinerja organisasi.

Daripada membangun Task Force atau Squad Temporer untuk suatu program penting organisasi, cobalah untuk melihat bagaimana pekerjaan ini dapat dilakukan oleh tim yang sudah ada ▶️. Kemungkinan: pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih baik oleh tim yang sudah berjalan/tim eksisting. Selamat berinovasi!

--

--

Advancing Transformation Through Technology

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store